Persiapan Dana Pensiun untuk Generasi Milenial & Z

Persiapan Dana Pensiun untuk Generasi Milenial & Z

Sudahkah Anda menyiapkan dana pensiun? Di usia berapa Anda akan pensiun? Bagaimana cara memenuhi gaya hidup setelah pensiun? Masih sedikit orang di Indonesia yang telah menyiapkan dana pensiunnya. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini termasuk rendahnya tingkat pendapatan dan kurangnya kesadaran tentang pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Namun, semakin banyak program pendidikan dan kesadaran yang tersedia, semakin banyak orang yang mulai menyadari pentingnya persiapan pensiun.

Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2023, Indonesia telah memasuki struktur penduduk tua (ageing population), di mana 11,75 persen dari penduduk Indonesia adalah kaum lanjut usia (lansia) atau orang yang berusia lebih dari 60 tahun. 

Pertambahan jumlah lansia menunjukkan bahwa negara telah mencapai tingkat kemajuan dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan. Hal ini bisa menjadi indikator kemajuan sistem kesehatan dan infrastruktur sosial dalam meningkatkan harapan hidup dan menurunkan angka kematian. Saat ini, angka harapan hidup penduduk Indonesia adalah 71 hingga 72 tahun.

 

Tantangan Meningkatnya Populasi Lansia

Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dapat membawa dampak positif apabila mereka berada dalam kondisi sehat, aktif, dan produktif. Namun, penuaan penduduk juga menghadirkan tantangan yang harus diatasi, baik oleh lansia itu sendiri, keluarga, masyarakat, maupun pemerintah. 

Tantangan utama saat ini adalah bagaimana menjaga kualitas hidup lansia, mengingat kemampuan fisik cenderung menurun seiring bertambahnya usia, yang berdampak pada kemampuan kerja. Selain itu, penuaan juga membawa peningkatan penyakit degeneratif dan disabilitas, meningkatkan kebutuhan akan pendampingan dan perawatan jangka panjang bagi lansia. 

Oleh karena itu, pentingnya menangani isu lanjut usia sejak dini menjadi semakin mendesak, karena jika tidak ditangani dengan baik, masalah ini berpotensi menjadi lebih besar di masa depan.

Lansia seringkali dianggap sebagai kelompok yang rentan. Menurut Bloom et al. (2011) seperti yang dikutip oleh TNP2K (2020), ada tiga faktor utama yang membuat lansia rentan, yaitu ketidakproduktifan ekonomi, masalah kesehatan, dan kebutuhan akan pendampingan sebagai pengasuh. 

Masalah kesehatan

Seiring bertambahnya usia, lansia secara alamiah akan mengalami penurunan fungsi fisiologis dan kognitif, yang membuat mereka rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Menurut WHO (2012), di berbagai negara berpenghasilan rendah dan menengah, beban kesehatan pada lansia disebabkan oleh berbagai penyakit seperti jantung, stroke, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran. 

Meskipun angka harapan hidup meningkat berkat pencapaian pembangunan, angka harapan hidup sehat di Indonesia masih rendah. Pada tahun 2019, angka harapan hidup penduduk meningkat menjadi 71,34 tahun (BPS 2023), sedangkan angka harapan hidup sehat (Healthy Life Expectancy atau HALE) pada tahun yang sama hanya sebesar 62,8 tahun (WHO 2023). 

Ini berarti bahwa penduduk hanya menjalani hidup sehat sekitar 62-63 tahun dari 71-72 tahun yang diperkirakan mereka akan hidup, menunjukkan bahwa selisih antara angka harapan hidup dan angka harapan hidup sehat masih sekitar 8,5 tahun.

Masalah keuangan

Selain masalah kesehatan, tantangan lain bagi lansia adalah kemandirian finansial. Dengan persentase penduduk lanjut usia yang terus meningkat, beban ketergantungan penduduk usia tidak produktif terhadap kelompok usia produktif juga akan naik. Lansia umumnya tidak lagi produktif secara ekonomi dan seringkali tidak memiliki kemandirian finansial. 

Proyeksi penduduk menunjukkan bahwa rasio ketergantungan lansia terus meningkat dari 15,16 pada tahun 2020 menjadi 17,08 pada tahun 2023. Tingginya rasio ketergantungan lansia ini diperparah oleh kurangnya persiapan finansial yang memadai, seperti kompensasi jaminan hari tua dan pensiun yang belum mencukupi kebutuhan lansia secara layak. 

Sedikit lansia yang mempersiapkan finansial mereka dengan baik untuk masa tua, sehingga seringkali mereka bergantung secara ekonomi pada anak-anak atau generasi yang lebih muda dalam struktur keluarga.

Persiapan yang dapat dilakukan sejak usia produktif

Ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh seseorang sejak dini untuk mempersiapkan masa tua mereka dengan lebih baik:

Jaga Kesehatan dan Gaya Hidup Aktif

Mempertahankan gaya hidup sehat dan aktif sejak dini adalah investasi untuk kesehatan di masa tua. Aktif dalam kegiatan fisik, makan makanan sehat, tidur cukup, dan hindari kebiasaan yang merugikan kesehatan Anda.

Mulailah Menabung dan Berinvestasi

Menabung secara teratur dan berinvestasi untuk masa depan adalah langkah penting. Mulailah dengan membuat anggaran, menetapkan tujuan keuangan jangka panjang, dan menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan pensiun atau investasi jangka panjang.

Miliki Asuransi

Memiliki asuransi kesehatan sejak dini yang memadai adalah langkah penting untuk melindungi diri dari risiko finansial akibat biaya kesehatan yang tinggi di masa tua. Pertimbangkan juga untuk mendapatkan asuransi jiwa atau asuransi lainnya untuk perlindungan saat terjadinya risiko. Bahkan, beberapa asuransi jiwa dan dwiguna memungkinkan Anda untuk mendapatkan sejumlah nilai tunai di masa pensiun.

Pelajari tentang Pensiun dan Kesejahteraan

Memahami berbagai program pensiun dan kesejahteraan yang tersedia, baik dari pemerintah maupun sektor swasta, adalah langkah penting. Pelajari tentang manfaat, syarat, dan cara memaksimalkan manfaat dari program-program ini.

Tingkatkan Keterampilan dan Pendidikan

Teruslah mengembangkan keterampilan dan pendidikan Anda sepanjang hidup. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, tetapi juga memungkinkan adaptasi terhadap perubahan di pasar kerja dan meningkatkan nilai Anda sebagai profesional.

Buat Rencana Pensiun dan Keuangan

Buat rencana pensiun dan keuangan yang terperinci untuk membantu Anda mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Evaluasi rencana ini secara berkala sesuai dengan perubahan situasi dan kebutuhan Anda.

Bangun Jaringan dan Dukungan Sosial

Bangun dan pertahankan hubungan dengan keluarga, teman, dan komunitas. Jaringan sosial yang kuat dapat memberikan dukungan emosional dan praktis di masa tua.

 

Contoh Simulasi Persiapan Dana Pensiun

Tentukan Usia Saat Ini, Usia Pensiun dan Usia Harapan Hidup

Sebagai contoh Bapak X berusia 40 tahun, ingin pensiun di usia 55 tahun, dan usia harapan hidup hingga 70 tahun.

Tentukan Pengeluaran Bulanan

Ia memiliki pengeluaran sebesar Rp 15 juta/bulan, atau Rp 180 juta/tahun. Ia berencana mempertahankan hanya 80% dari pengeluarannya, sehingga Rp 180 juta x 80% = Rp 144 juta. 

Hitung Inflasi

Mengingat time value of money, inflasi perlu diperhitungkan, maka inflasi saat ini dicatat sebesar 5%.

Pada saat usia pensiun Bapak X 15 tahun yang akan datang, berapa nilai Rp 144 juta?

Jadi, n = 15, i = 5, PV = Rp 144 juta, FV = 299,365,657. Pengeluaran Bapak X di saat usia pensiun adalah sebesar Rp 299 juta/tahun.

Persiapan yang Telah Ada

Persiapan dari instrumen keuangan seperti deposito, tabungan, saham, reksadana harus dicatat, serta logam mulia atau aset fisik lainnya.

Bapak X telah memiliki deposito sebesar Rp 250 juta dengan bunga 2.5% p.a. dan reksadana Rp. 1,500,000 yang disetor setiap bulannya dengan bunga 7% p.a. Ia juga memiliki 30 gram logam mulia dengan perkiraan return 5% (harga saat ini Rp 960 ribu/gram).

Deposito: n = 15, i = 2.5, PV = -250,000,000, FV = 362,074,541

Reksadana: n = 15 x 12, i = 7/12, PMT = -1,500,000, FV = 478,216,865.

Logam mulia: n = 15, i = 5, PV = -28,800,000, FV = 59,873,131

Total persiapan di usia 55 tahun: 362,074,541 + 478,216,865 + 59,873,131 = 900,164,537

Pilih Instrumen Investasi untuk Mencatat Return of Investment (ROI)

Pada saat pensiun, apa instrumen investasi yang akan Anda pilih? Sebaiknya risiko yang konservatif dan tingkat likuiditas tinggi, maka dari itu umumnya pilihannya jatuh pada deposito dengan bunga 4%. 

Saat ini, untuk mencapai kekurangan persiapan dana pensiun, Bapak X memilih untuk berinvestasi di reksadana dengan harapan return 10%. Sehubungan dengan adanya inflasi, maka bunga dari deposito tersebut harus dikurangi dengan tingkat inflasi.

Berapa jumlah uang yang harus ada di tangan Bapak X pada saat ia berusia 55 tahun?

n = 15, i = 4 – 5 = -1, PMT = 299,365,657, PV = 4,822,322,261.

Kebutuhan – persiapan = 4,822,322,261 – 900,164,537 = 3,922,157,724.

Bapak X harus menyiapkan Rp 3,9 M untuk dana pensiunnya selama 15 tahun ke depan.

Dapat dilakukan dengan 3 cara:

  1. Persiapan di muka: n = 15, i = 10, FV = 3,922,157,724, PV = -938,933,375
  2. Dicicil per tahun: n = 15, i = 10, FV = 3,922,157,724, PMT = -112,222,833
  3. Dicicil per bulan: n = 15 x 12, i = 10/12, FV = 3,922,157,724, PMT = -9,384,852

 

Perencanaan keuangan unik untuk masing-masing individu dan dapat berubah seiring berjalannya kehidupan. Lakukan evaluasi rutin terhadap perkembangan investasi Anda dan sesuaikan rencana pensiun Anda sesuai dengan perubahan situasi keuangan, perubahan tujuan, atau perkembangan pasar. Konsultasikan kebutuhan Anda sekarang.

Bagikan artikelnya

Artikel lainnya