Asuransi Penyakit Kritis: Apa Saja Penyakit yang Dicakup

Asuransi Penyakit Kritis- Apa Saja Penyakit yang Dicakup

Asuransi penyakit kritis adalah produk asuransi yang penting untuk melindungi diri Anda dari risiko keuangan yang diakibatkan oleh penyakit serius. Namun, tahukah Anda apa saja penyakit yang dicakup oleh asuransi penyakit kritis? Simak penjelasannya di bawah ini.

 

Penyakit yang Dicakup oleh Asuransi Penyakit Kritis

1. Kanker

Kanker adalah salah satu penyakit paling umum yang dicakup oleh asuransi penyakit kritis. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya. Asuransi penyakit kritis dapat memberikan manfaat finansial yang signifikan saat Anda didiagnosis mengidap kanker, sehingga Anda dapat fokus pada perawatan medis tanpa perlu khawatir tentang biaya pengobatan dan keuangan.

 

2. Serangan Jantung

Serangan jantung atau infark miokard adalah kondisi medis yang terjadi ketika pasokan darah ke otot jantung terganggu, menyebabkan kerusakan pada otot jantung. Asuransi penyakit kritis juga mencakup kondisi ini, sehingga Anda dapat menerima manfaat jika mengalami serangan jantung dan memerlukan perawatan yang intensif. 

 

3. Stroke

Stroke adalah kondisi medis yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Asuransi penyakit kritis akan memberikan perlindungan finansial ketika Anda mengalami stroke, sehingga dapat membantu menanggung biaya perawatan dan pemulihan, serta biaya hidup yang tetap berjalan meski Anda tidak bisa bekerja lagi.

 

4. Penyakit Ginjal Gagal

Gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis adalah kondisi di mana ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik, dan sisa metabolisme dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan. Asuransi penyakit kritis akan memberikan manfaat jika Anda didiagnosis menderita gagal ginjal dan memerlukan perawatan dialisis atau bahkan transplantasi ginjal.

 

5. Sklerosis Multipel atau Multiple Sclerosis (MS) 

MS adalah penyakit autoimun yang mengganggu sistem saraf pusat, menyebabkan berbagai gejala termasuk kesulitan bergerak, keseimbangan, dan koordinasi. Asuransi penyakit kritis mencakup MS untuk memberikan dukungan finansial saat menghadapi penyakit ini.

 

6. Penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan memori secara progresif. Asuransi penyakit kritis mencakup kondisi ini agar Anda dan keluarga dapat merencanakan perawatan dan dukungan yang diperlukan.

 

7. Penyakit Paru Kronis

Penyakit paru kronis yang sudah pada tahap akhir dengan sejumlah gangguan pernapasan kronis seperti gejala sesak napas saat beristirahat, fungsi paru berkurang, dan memerlukan terapi oksigen. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, Anda dapat lebih fokus pada pemulihan dan perawatan yang diperlukan tanpa khawatir tentang masalah keuangan.

 

8. Crohn’s Disease atau Penyakit Crohn 

Penyakit Crohn adalah penyakit peradangan kronis pada saluran pencernaan. Asuransi penyakit kritis mencairkan dana tunai yang dapat membantu mengatasi biaya perawatan medis yang tinggi, memperoleh dukungan finansial selama masa pemulihan, dan mengurangi beban keuangan bagi penderita dan keluarganya.

 

Selain 8 penyakit di atas, ini penyakit lainnya yang ditanggung oleh asuransi penyakit kritis:

  1. Koma
  2. Disabling Primary Pulmonary Hypertension
  3. Kehilangan Pendengaran secara Total
  4. Kardiomiopati Parah
  5. Pembedahan terbuka pada Pembuluh Darah Aorta
  6. Anemia Aplastik yang Tidak Dapat Dipulihkan
  7. Meningitis Bakteri Berat
  8. Tumor Jinak di Otak
  9. Tindakan Bedah Bypass Pembuluh Darah Jantung (Coronary Artery Bypass Grafting)
  10. Ensefalitis
  11. Hepatitis Virus Fulminan
  12. Pembedahan Katup Jantung secara Terbuka
  13. HIV karena Transfusi Darah
  14. Kehilangan Kemampuan Bicara
  15. Luka Bakar
  16. Trauma Kepala Berat
  17. Transplantasi Organ Penting
  18. Penyakit Motor Neuron
  19. Muscular Dystrophy
  20. Penyakit Serius Lainnya pada Pembuluh Darah Koroner Jantung
  21. Kelumpuhan
  22. Poliomyelitis
  23. Lupus Eritematosus Sistemik
  24. Hilangnya Kemampuan Hidup Mandiri
  25. Pankreatitis (Pembengkakan Pankreas) Kambuhan Kronis
  26. Rheumatoid Arthritis Kronis
  27. Penyakit Kista Meduler
  28. Skeleroderma Progresif
  29. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut dengan Komplikasi Kronis (mengancam jiwa)
  30. Penyakit Kawasaki (Proteksi akan berhenti pada usia 18)
  31. Penyakit Wilson (Proteksi akan berhenti pada usia 18)
  32. Necroting Fasciitis (Jaringan tubuh yang mati disebabkan oleh Infeksi Bakteri)
  33. Elephantiasis (Penyakit Kaki Gajah)
  34. Chronic Adrenal Insuffiency (Insufisiensi Adrenal Akut) (Penyakit Addisions)
  35. Putusnya Akar-Akar Saraf Plexus Brakhialis
  36. HIV yang disebabkan oleh pekerjaan
  37. Severe Creutzfeld-Jacob Disease (Gangguan Saraf Degenatif)
  38. Severance of Limbs (Kehilangan Anggota Tubuh)
  39. Terminal Illness
  40. Myasthenia Gravis (Penyakit Autoimun yang menyebabkan kelemahan pada otot)
  41. Meningeal Tuberculosis (Meningitis Tuberkulosa)
  42. Progressive Supranuclear Palsy
  43. Cerebral Anuerysm Requiring Brain Surgery 
  44. Angioplasty and Other Invasive Treatment for Coronary Artery (Angioplasti dan penatalaksanaan invasif pada pembuluh darah jantung)
  45. Hepatitis Autoimun Kronis
  46. Surgery for Idiopathic Scoliosis (Pembedahan untuk Skoliosis Idiopatik)
  47. Dissecting Aortic Aneurysm (pembedahan Aortic Aneurysm)
  48. Stroke Requiring Carotid Endarterectomy Surgery (Stroke yang membutuhkan pembedahan Endarterektomi karotis)
  49. Hilangnya Penglihatan Total
  50. Ulcerative colitis Berat
  51. Infective Endocarditis (Endokarditis Infektif)
  52. Penyakit hati kronis
  53. Penyakit Parkinson

 

Khusus untuk penyakit Kawasaki dan Wilson, perlindungan asuransi akan berakhir ketika usia tertanggung mencapai 18 tahun. Meskipun begitu, Anda tetap akan mendapatkan perlindungan untuk 59 penyakit lainnya.

(Baca juga: Asuransi Penyakit Kritis untuk Anak: Sakit Apa Saja?)

Itulah 61 penyakit yang termasuk dalam cakupan asuransi penyakit kritis. Jika Anda memenuhi kriteria untuk mengajukan klaim asuransi penyakit kritis, maka uang pertanggungan akan dicairkan dalam bentuk uang tunai. Dengan uang pertanggungan ini, Anda dapat menggunakannya untuk berbagai keperluan, seperti biaya perawatan medis, penggantian penghasilan karena tidak dapat bekerja selama pemulihan, pembayaran tagihan dan cicilan, atau untuk membantu memenuhi kebutuhan finansial lainnya yang timbul akibat penyakit kritis tersebut.

 

Tips memilih asuransi penyakit kritis

Membeli asuransi penyakit kritis adalah langkah penting dalam merencanakan perlindungan finansial untuk masa depan Anda. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam memilih asuransi penyakit kritis yang sesuai dengan kebutuhan Anda:

1. Evaluasi Kebutuhan Anda

Pertimbangkan kondisi kesehatan Anda, riwayat keluarga, dan gaya hidup Anda. Pilihlah asuransi penyakit kritis yang mencakup penyakit yang mungkin relevan dengan kondisi kesehatan Anda atau penyakit yang berisiko berdasarkan faktor-faktor tersebut.

 

2. Cakupan Penyakit

Periksa daftar penyakit yang dicakup oleh polis. Pastikan asuransi tersebut mencakup penyakit-penyakit yang penting bagi Anda dan memiliki daftar penyakit yang komprehensif.

 

3. Cakupan Usia

Perhatikan batas usia untuk pembelian asuransi dan berapa lama perlindungan berlaku. Beberapa produk asuransi penyakit kritis hanya dapat dibeli hingga usia tertentu dan memiliki batasan umur untuk manfaatnya.

 

4. Masa Tunggu

Ketahui periode masa tunggu sejak tanggal mulai polis hingga Anda dapat mengajukan klaim. 

 

(Baca juga: Masa Tunggu Asuransi Penyakit Kritis: Mengapa Penting?)

 

5. Manfaat Finansial

Pastikan manfaat finansial yang akan diberikan jika Anda didiagnosis dengan penyakit kritis. Pertimbangkan apakah manfaat tersebut akan mencakup biaya perawatan medis, penggantian pendapatan, atau penggunaan lain yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

6. Pembayaran Premi

Perhatikan besaran premi yang harus Anda bayar. Pastikan premi tersebut terjangkau dalam jangka panjang dan sesuai dengan anggaran keuangan Anda.

 

7. Pengecualian

Teliti ketentuan polis terkait dengan pengecualian atau kondisi-kondisi yang tidak dicakup oleh asuransi. Pahami risiko dan batasan yang mungkin ada dalam polis.

 

8. Evaluasi Perusahaan Asuransi

Pilih perusahaan asuransi yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Tinjau laporan keuangan perusahaan, tingkat kepuasan pelanggan, dan ulasan pengguna untuk mengukur kredibilitas perusahaan.

 

9. Konsultasi dengan Agen Asuransi

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan agen asuransi yang kompeten dan berpengalaman. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang Anda miliki dan mintalah penjelasan mengenai produk asuransi yang ditawarkan.

 

10. Membaca Ketentuan dengan Cermat

Bacalah ketentuan polis secara seksama sebelum melakukan pembelian. Pastikan Anda memahami dengan jelas semua persyaratan, cakupan, dan manfaat yang ditawarkan oleh asuransi penyakit kritis tersebut.

 

PRUcritical Benefit 88 sebagai Solusi Asuransi Penyakit Kritis 

PRUcritical Benefit 88 (PCB 88) adalah produk asuransi penyakit kritis tradisional yang memberikan perlindungan hingga usia 88 tahun dengan manfaat jaminan nilai tunai. Jika Anda tetap sehat dan tidak mengajukan klaim hingga mencapai usia 88 tahun, maka uang pertanggungan akan tetap cair 100%. Produk ini menyediakan jaminan nilai tunai, yang memungkinkan Anda untuk menarik sebagian dari nilai tunai sebelum polis mencapai masa jatuh tempo. Besaran nilai tunai yang dapat Anda tarik sesuai dengan yang tertera dalam tabel yang ada di dalam polis Anda.

 

Dengan memiliki PRUcritical Benefit 88, Anda mendapatkan perlindungan yang komprehensif terhadap berbagai penyakit kritis hingga usia 88 tahun. Pilihannya memberikan ketenangan pikiran dan jaminan keamanan bagi Anda dan keluarga. Jika ada pertanyaan atau ketidakjelasan mengenai produk ini, silakan berkonsultasi dengan saya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Dengan demikian, Anda dapat membuat keputusan yang tepat dan merencanakan perlindungan finansial yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

(Baca juga: Keuntungan dan Manfaat Asuransi Penyakit Kritis Murni)

Bagikan artikelnya

Artikel lainnya