Asuransi Tradisional: Pengertian, Manfaat, Nilai Tunai

Asuransi tradisional- Pengertian, Manfaat, Nilai Tunai

Sesuai dengan namanya, asuransi tradisional adalah produk asuransi menggunakan model bisnis tradisional dengan cara memperoleh premi dari nasabah dan memberikan pembayaran manfaat saat terjadi kejadian yang dipertanggungkan. 

Asuransi tradisional ini memiliki metode dan sistem yang telah teruji sejak abad ke-17, dan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan zaman. Model bisnis ini merupakan bentuk asuransi yang paling awal dan paling umum yang menawarkan solusi proteksi dan perlindungan kepada nasabah. Oleh karena itu, istilah “tradisional” digunakan untuk menunjukkan stabilitas dan keandalan dari model bisnis ini.

Dikenal sebagai asuransi murni tanpa investasi, berbeda dengan asuransi unit link atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) yang baru populer di abad ke-20, dimana asuransi unit link memiliki porsi investasi.

Karena bertujuan untuk memberikan perlindungan saja, maka premi asuransi tradisional umumnya lebih murah dibandingkan dengan produk unit link. Maka, produk tradisional yang relatif ramah di kantong mulai populer lagi di kalangan masyarakat yang sadar akan pentingnya asuransi.

Terlebih lagi, pandemi COVID-19 menyadarkan masyarakat pentingnya asuransi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Maka dari itu, perusahaan asuransi berlomba-lomba untuk meluncurkan produk asuransi tradisional yang terjangkau. 

Jenis asuransi tradisional

Secara garis besar, terdapat tiga jenis asuransi tradisional di Indonesia, yaitu:

Whole life (asuransi seumur hidup)

Asuransi seumur hidup melindungi Anda hingga Anda berusia 99 tahun. Apabila pemegang polis meninggal sebelum usia jatuh tempo, maka uang pertanggungan akan diberikan kepada penerima manfaat atau ahli waris.

Term life (asuransi berjangka)

Asuransi yang memiliki jangka waktu tertentu, misalnya 20 tahun, sehingga jika pemegang polis meninggal dunia dalam waktu perlindungan, manfaat asuransi akan diberikan kepada ahli waris. Saat polis berakhir, perusahaan asuransi membayar kembali sejumlah premi yang telah Anda bayarkan.

Endowment (asuransi dwiguna)

Asuransi dwiguna memiliki dua fungsi, yaitu proteksi dan memberikan jaminan nilai tunai. Umumnya produk ini menawarkan produk asuransi penyakit kritis dan dana pendidikan. Pada saat polis jatuh tempo, maka uang pertanggungan akan dibayarkan kepada pemegang polis atau penerima manfaat. 

Manfaat asuransi tradisional

Produk asuransi tradisional dikemas tergantung pada manfaat yang Anda inginkan. Manfaat yang diberikan dari asuransi tradisional dapat berupa:

Kesehatan (rawat inap rumah sakit)

Ketika terjadi risiko Anda jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit, perusahaan asuransi dapat menanggung tagihan rumah sakit.

Penyakit kritis

Ketika Anda memiliki diagnosis salah satu dari banyak penyakit kritis yang ada, maka perusahaan asuransi akan mencairkan uang pertanggungan yang besarnya sudah disepakati di awal. 

Meninggal

Manfaat meninggal diberikan kepada penerima manfaat atau ahli waris apabila pemegang polis tutup usia.

Dana pendidikan

Anda dapat memilih waktu kapan anak Anda dapat menerima manfaat (dana pendidikan) dengan menyetorkan premi selama waktu tertentu.

Dana pensiun

Produk utamanya adalah asuransi penyakit kritis, tetapi Anda dapat mencairkan nilai tunai sebagai dana pensiun setelah usia polis lebih dari 20 tahun.

Keuntungan asuransi tradisional

Nilai tunai dijamin

Asuransi tradisional memiliki keuntungan berupa nilai tunai yang dijamin, yang berarti terdapat nilai tunai yang dapat Anda tarik meskipun polis belum jatuh tempo. Di dalam polis asuransi Anda, terdapat tabel yang menjelaskan nilai tunai yang dapat Anda tarik apabila Anda memutuskan untuk menutup polis Anda. Berbeda dengan asuransi unit link, dimana nilai tunai tidak dijamin karena tergantung pada kinerja investasi dan instrumen investasi yang sudah dipilih.

Premi lebih murah

Karena tidak memiliki porsi investasi, maka Anda hanya perlu membayarkan premi murni untuk perlindungan saja tanpa memikirkan apakah kinerja investasi meningkat atau menurun. 

Masa pembayaran

Anda dapat memilih masa pembayaran premi, sesuai dengan kemampuan Anda. Misalnya, penyetoran premi selama 5, 10 atau 15 tahun. Setelah masa pembayaran, Anda tidak perlu menyetorkan premi, dan polis akan tetap aktif sesuai dengan masa pertanggungan yang tertera di dalam polis asuransi Anda.

Kerugian asuransi tradisional

Cuti premi

Apabila Anda sedang mengalami kesulitan finansial dan ingin mengajukan cuti premi, asuransi tradisional tidak menyediakan fasilitas cuti premi. Akan tetapi, Anda dapat mencairkan nilai tunai di dalam polis asuransi Anda, meskipun nilai tunainya masih kecil. 

 

Selain itu, produk tradisional juga hadir dalam bentu konvensional maupun syariah, cek artikel ini untuk cari tahu perbedaannya.

Dapat disimpulkan bahwa jika Anda menginginkan kepastian nilai tunai dan periode pembayaran yang tidak berkepanjangan, maka asuransi tradisional adalah pilihan yang tepat. Asuransi tradisional memastikan uang Anda kembali, dan bahkan lebih daripada yang setorkan. Apabila Anda memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi, silakan hubungi saya.

Bagikan artikelnya

Artikel lainnya