Pahami Time Value of Money Sebelum Berinvestasi

Pahami Time Value of Money Sebelum Berinvestasi

Time value of money (TVM) adalah konsep bahwa sejumlah uang lebih berharga saat ini daripada jumlah yang sama di masa mendatang karena inflasi dan potensi pendapatannya di masa mendatang (bunga).

Apa maksud dari time value of money?

Seorang investor lebih suka menerima uang hari ini daripada menerima jumlah uang yang sama di masa depan karena sejumlah uang yang diinvestasikan dapat tumbuh seiring berjalannya waktu.

Uang yang Anda depositokan akan mendapatkan bunga, yang kemudian ditambahkan ke dalam deposito Anda dan membuat bunga Anda semakin membesar. Jika tidak diinvestasikan, maka nilai uang akan terkikis waktu. 

Uang yang Anda miliki saat ini memiliki nilai mata uang tertentu, dan nilainya akan berkurang di masa yang mendatang akibat inflasi.

Apa yang dimaksud dengan inflasi?

Time value of money memiliki hubungan negatif dengan inflasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

Uang koin 500 perak yang dulu bisa membeli semangkuk bakso, saat ini sudah tidak berharga semangkuk bakso lagi karena inflasi meningkatkan harga setiap tahunnya. Maka dari itu, investor atau penyewa lebih senang mendapatkan uang di awal dibandingkan di masa depan.

Inflasi meningkatkan harga, time value of money menurunkan nilai mata uang, sehingga hubungan keduanya saling bertolak belakang.

Contoh konsep time value of money

Jika Anda diberikan uang sebesar Rp100.000.000, apakah akan Anda ambil saat ini atau 1 tahun yang akan datang? Apabila Anda membuka deposito di bank dengan bunga 6%, maka tahun depan uang itu akan menjadi Rp106.000.000. Jika Anda mengambil uang Rp100.000.000 di tahun depan, maka Anda akan tertinggal potensi pendapatan sebesar Rp6.000.000.

Bagaimana mencegah inflasi?

Deflasi adalah lawan dari inflasi, dimana harga barang atau jasa semakin menurun setiap tahun, atau nilai beli uang lebih besar di masa mendatang dibandingkan dengan sekarang. Konsepnya adalah ketika Anda menahan untuk tidak membeli barang karena berpikir harganya akan turun. Pada akhirnya, tidak ada yang membeli dan bisnis tidak berjalan, sehingga banyak orang kehilangan lapangan pekerjaan, dan negara tidak bisa berkembang. 

Bagaimana cara mengatasi inflasi?

Bila Anda memiliki uang berlebih, sebaiknya investasikan uang Anda. Sebagai contoh di artikel mengenai piramida perencanaan keuangan, Anda dapat memulai perencanaan keuangan dengan membangun proteksi keuangan Anda terlebih dahulu. Setelah memiliki pondasi yang kuat, saatnya Anda memikirkan cara untuk mengumpulkan, melipatgandakan atau menghasilkan uang yang lebih banyak. Sisihkan uang Anda untuk menabung dan berinvestasi setiap bulannya.

Mengapa penting untuk membangun proteksi keuangan sebelum berinvestasi? 

Mari melihat contoh Bapak X, Bapak X sangat mengerti pentingnya konsep time value of money, maka ia selalu menyisihkan gajinya untuk menabung sebesar Rp100.000.000 per tahun, yang dimasukkan ke dalam deposito dengan bunga 6% per tahun. Uang yang ia tabung selama 20 hingga 30 tahun ingin digunakan untuk cita-cita masa tuanya, yaitu kehidupan pensiun dan membiayai pendidikan anaknya. 

Di tahun-tahun berikutnya, Bapak X mengalami musibah kecelakaan yang mengharuskan ia untuk menggunakan tabungannya untuk membayar tagihan rumah sakit. Bapak X tidak tahu pentingnya membangun pondasi piramida perencanaan keuangan, sehingga uang yang sudah diinvestasikan (dalam bentuk deposito) harus digunakan untuk keperluan darurat. 

Terlebih lagi, bisa saja Bapak X menderita penyakit yang lebih berat yang mengharuskan ia untuk mencairkan semua depositonya, hingga bahkan tidak dapat bekerja lagi karena harus mendapatkan perawatan yang lama di rumah sakit.

Setelah pulih dari perawatannya, Bapak X meneruskan untuk bekerja dan mengumpulkan Rp100.000.000 per tahun, sama dengan rencana awalnya. Mengingat konsep time value of money, uang Rp100.000.000 di tahun-tahun depan tidak memiliki nilai sebesar pada saat awal ia mulai menabung. Maka, ketika ia harus mengulang dari awal, ia harus banyak mengejar ketinggalan, ditambah dengan bunga yang sudah ia hasilkan sebelumnya.

Apabila akibat kecelakaan itu Bapak X tidak dapat bekerja karena mengalami kelumpuhan permanen, ia tidak memiliki pendapatan, sedangkan kebutuhan sehari-hari harus tetap berjalan. Perbedaannya kali ini adalah selain kehilangan pendapatan, pengeluaran juga bertambah akibat biaya pengobatan dan biaya di luar pengobatan. 

Bapak X juga bisa saja meninggal dunia di tengah perjalanan mengumpulkan uang. Maka, istri dan anak yang ditinggalkan tidak lagi mendapatkan sumber pendapatan dari Bapak X. Karena alasan inilah penting untuk Bapak X memulai perencanaan keuangan jangka panjang dari dasar piramida perencanaan keuangan.

 

Kesiumpulannya adalah jika Anda menyimpan uang tunai di dalam brankas Anda, Anda akan kehilangan uang tambahan yang dapat Anda dapatkan selama itu bila Anda investasikan. Uang itu juga memiliki daya beli yang lebih kecil karena inflasi meningkat setiap tahun. Inflasi mengurangi nilai tunai pada uang.

Sekarang Anda mengerti inflasi tidak dapat dihindari dan Anda harus berinvestasi untuk meningkatkan nilai uang Anda. Namun, sebelum Anda berinvestasi, mulai dari dasar piramida keuangan Anda terlebih dahulu. Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi, silakan hubungi saya.

Bagikan artikelnya

Artikel lainnya